1.
Asal Mulanya
Fotografi seperti yang kita kenal sekarang adalah hasil
dari penemuan. Yang pertama dalam bidang ilmu alam menghasilkan kamera, yang
kedua dalam bilang kimia menghasilkan film. Asal mulanya kedua penemuan itu
tidak ada hubungannya satu sama lain dan sebelum masing-masing sampai kepada
kesempurnaannya seperti yang telah kita kenal sekarang serta melahirkan penemuan
baru yaitu fotografi, telah panjang yang ditempuh baik oleh kamera manapun oleh
film.
a.
Kamera Obscura
Berabad-abad yang lalu orang telah mengetahui kalau cahaya
lurus dari sebuah lobang kecil kedalam sebuah ruangan yang gelap maka pada
dinding dihadapannya kelihatan bayangan dari apa yang ada dimuka lubang itu.
Hanya dalam keadaan terbalik, yang diatas kebawah dan sebaliknya. Ruangan itu
disebut “Kamera Obscura” yang artinya tidak lain dari pada kamar gelap. Dari
perkataan kamera obscura itulah lahir perkataan kamera, nama yang diberikan
untuk alat pemotret.
Inilah yang mula-mula disebut Kamera Obscura
(kamera=kamar, Obscura=gelap), yaitu sebuah ruangan yang gelap dengan lubang
kecil pada salah satu dindingnya.
Siapa yang mula-mula membuat kamera obscura berupa alat
untuk “menangkap” bayangan tidak dapat dipastikan. Banyak ilmuan yang pada
zamannya menulis tentang alat itu termasuk Ibnu Al Haitam, Roger Bacon,
Cpernicus, Kepler, Leonardo da Vinci, Newton dan Descartes. Giovani Battista
Della Porta adalah orang pertama yang melengkapi alat kamera obscura dengan
sebuah lensa sederhana.
b.
Pinhole Kamera
Dalam bentuknya yang paling sederhana, alat untuk memotret
berupa sebuah kotak yang terttutup dengan sebuah lubang pada salah satu
dindingnya. Dalam bahasa aslinya kamera ini disebut “Pinhole Camera” yang
artinya lubang jarum. Pada pinhole kamera tidak terdapat lensa melainkan lubang
besar ujung jarum. Lubang yang kecil itulah yang meluruskan cahaya untuk penyinaran.
Gambar menunjukkan sebuah pinhole kamera dengan lubang
sebesar ujung jarum untuk meluruskan cahaya penyinaran. Yang menjulur kebawah
gunanya untuk menutup lubang.
c.
Bahan Peka
Apakah anda mengetahui apa yang digunakan dalam memotret.
Yang pasti apapun kamera yang digunakan, yang sederhana atau yang mutakhir,
kita tidak dapat memotret. Bila perak nitrat dicampur kapur lalu terkena cahaya
akan berubah, mula-ula merah tua lalu lembayang biru. Dengan menyinari campuran
itu pada cayaha maka memotret kalau tidak ada bahan yang peka akan cahaya.
Kalau bahan peka itu seperti yang terdapat pada film sekarang telah disinari
dan kemudian dicuci, bahan peka itu mengahsilkan negatif. Dari negatif dicetak
gambar positif yang bernama foto. Baik pada negartif maupun pada foto, gambar
hitam-putih dibentuk oleh berjuta-juta butir perak logam.
Adapun bahan kimia yang peka akan cahaya sudah diketahui
orang sebelum abad ke 12 Zuber seorang ahli kimia bangsa Arab telah menemukan
perak nitrat yang peka akan cahaya, kemudian Carl Wilhelm Scheele menemukan
bahwa perak nitrat lebih cepat berubah bila kena sinar lembayung. Jadi pada
waktu itu orang telah mengetahui bahwa cahaya matahari dapat diuraikan melalui
sebuah prisma. Sceele pula yang dapat menetapkan perubahan itu, sehingga tidak
lenyap kembali, untuk itu dia menggunakan amoniak.
2.
Tokoh-Tokoh Fotografi
a.
Thomas Wedgwood (1771-1805)
Dalam tahun 1802 di Inggris Thomas Wedgwood menemukan
suatu metode untuk memindahkan gambar atau lukisan yang terdapat pada sebidang
kaca dengan cahaya keatas atau kulit yang dibuatnya peka lebih dahulu dengan
perak nitrat atau perak Chloride. Juga gambar-gambar silhuet dapat dibuatnya
dengan cara yang sama. Tetapi ketika gambar-gambar itu terkena cahaya,
gambar-gambar tersebut lenyap kembali. Dia hanya dapat melihat eksperimennya
itu dengan cahaya lilin saja. Wedgwood belum dapat membuat gambar-gambar itu menjadi
permanent, walau teman-temannya mungkin sudah mengetahui tentang percobaan yang
dilakukan oleh Scheele untuk menetapkan gambar dengan amoniak.
b.
Jospeh Nicephore Niepce (1765-1833)
Di Prancis Joseph Nicephore Niepce melakukan berbagai
percobaan dengan kamera yang dilengkapi dengan lensa. Begitu pula dengan
macam-macam bahan kimia. Dalam tahun 1816 dia berhasil membuat gambar negatif
dengan cahaya diatas kertas yang dibuatnya peka lebih dahulu dengan perak
chloride. Kemudian dalam tahun 1822 dia melumarkan larutan aspal dalam minyak
lavendear ke atas sebidang plat yang terbuat dari campuran timah hitam dan
timah putih. Sesudah itu menyinarinya dalam kamera berjam-jam lamanya pada
terik panas matahari. Plat yang telah disinari itu diolahnya dalam campuran 1
bagian minyak lavender dengan 10 bagian minyak tanah. Campuran minyak lavender
dan minyak tanah itu dengan lambat melarutkan bagian aspal yang tidak kena
cahaya, sedangkan langsung mendapat gambar yang positif.
Pada tahun 1829 Niepce menukar plat timah dengan plat yang
disepuh dengan perak. Mungkin penemunya inilah yang membawa Deguerre kemudian
bekerjasama dengannya dalam penemuan berupa plat yang dibuat peka dengan perak
kemudian diberi uap iodina. Nipce menginggal sebelum kerjasamanya mencapai hasilyang
didambakannya, kerjasamanya itu dilanjutkan oleh putranya bernama Isidore.
c.
Louis
Jacques Mande Daguerre (1787-1851)
Terpisah dari Niepce, mula–mula Deguerre
membuat percobaan-perxobaan pula untuk membuat permanen hasil pemotretannya.
Pada tahun 1826 Deguerre berkenalan dengan Niepce. Tiga tahun kemudian meraka
membuat persetujuan untuk saling menukar pengalaman. Sebelum tercapai suatu
hasil bersama, Joseph meninggal.
Deguerre melumarkan selapis perak ke atas
sebidang tembaga yang dipoles licin, kemudian diuapinya dengan iodina dalam
kamar gelap. Perak yang diuapi dengan uap iodonia inilah yang seteleh kering
menjadi peka akan cahaya. Tembaga dengan bahan peka inilah yang disinarinya
dalam kamera selama 30 menit. Tembaga yang telah disinari itu diuapinya dengan
uap air raksa dalam tabung yang dapat dipanaskan. Dari kaca yang berwarna dia
dapat melihat perkembangan reaksi yang terjadi sampai gambar yang tadinya laten
cukup muncul. Gambar ini ditetapkannya dengan hipo. Proses yang ditemukan
Deguerre ini terkenal dengan nama Dsguerreotipi. Penemuan Deguerre ini dibeli
oleh pemerintah Prancis dan pada tanggal 15 Juni 1839 Raja Louis Phillipe
mengukuhkan pembelian penemuan baru itu sebagai hadiah untuk seluruh dunia.
d.
William Hendry Fox Talbot (1800-1877)
Pada zaman Deguerre, di Inggris William
Hendry Fox Talbot giat pula melakukan percobaan sehingga akhirnya menemuan
suatu proses untuk membuat foto dengan pinhole kamera. Sehingga bahan peka dia
menggunakan perak nitrat kemudian perak chloride. Dengan bahan peka tersebut
yang di lumarkannya diatas selembar kertas pada tahaun 1855 dia berhasil
memotret rumahnya. Tidak lama kemudian dia menemukan perak bromida yang jauh
leih peka.
Talbotla yang mula – mula menggunakan obat
pengembang untuk menimbulkan bayangan laten dari hasil pemotretannya dan
kemudian menetapkan gambar yang sudah timbul itu dengan natrium thiosulfat atau
hipo yang ditemukan oleh John Hershel dalam tahun 1819. sampai sekarang
ternyata hipo itumasih digunakan untuk menetapkan. Kemudian negativf kertas itu
dibuatnya tembus cahaya dengan lilin. Dari negatif kertas ini dicetaknya gambar
positif pada kertas pula yang sebelumnya dilumarinya dengan perak chlorida
sehingga merupakan sebuah foto. Bahan pengembangan yang digunakan cuka gallik,
proses ini terkenal dengan nama kalotipi yang kemudian disebut juga Talbottipi.
Dengan adanya urutan tahap-tahap pengolahan
yang dilakukan oleh Talbot dalam menciptakan sebuah foto yaitu memotret,
mengembangkan bayangan laten, menetapkannya kemudian mencetak foto dari negatif
pada selambar kertas yang peka, maka lengkaplah tahap-tahap pembuatan foto
seperti yang dilakukan sekarang. Itulah sebabnya orang sering menyebut Talbot
sebagai bapak fotografi moderen, walaupun hasil penemuan Talbot pada waktu itu
tidak mengimbangi antusiasme orang-orang di Eropa daratan dengan Daguerreotipi.
e.
George Easman (1854-1932)
Bukan di Eropa saja orang giat dalam bidang
fotografi yang baru ditemukan itu, akan tetapi juga di Amerika Serikat. Salah
seorang diantaranya ialah George Easman. Dia memulai karirnya dalam bidang
fotografi sebagai tukang membuat plat yaitu kaca yang dilumuri dengan gelatin
dimana terdapat ahan peka. Mula – mula dia hanya dapat membuatnya dalam jumlah
yang terbatas saja. Dalam tahun 1879 dia berhasil membuat sebuah alat yang
dapat membuat peka banyak sekali. Ketika tahun 1888 dia memasarkan kamera Box
dengan merk Kodak yang mudah cara menggunakannya, terjadilah suatu revolusi
dalam bidang fotografi. Apalagi setelah dia menjual gulungan film dengan alas
seluloid pada tahun 1891 yang dapat dimasukan ke dalam kamera pada cahaya
terang sehingga lebih memudahkan lagi pekerjaan si pemotret.
Hanya kamera dan film yang terjangkau oleh
kantong rakyat Indonesia waktu itu, maka pada tahun 30-an fotografi sempat menyentuh
perhatian beriu-ribu penggemar dinegri kita ini. Demikian populernya fotografi
waktu itu sehingga dapat menambah perbendaharaan kata-kata dalam bahasa
Indonesia. Kamera disebut “Kodak” dan berpotret dakatakan “Berkodak”.
Tidak percuma Easman memilih perkataan Kodak
yang tidak ada artinya kecuali maksudnya supaya mudah diingat dan diucapkan
oleh semua orang dimuka bumi ini. Suskses yang dicapai Easman lebih-lebih
karana waktu itu dibanyak Negara dan tempat terdapat perwakilannya atau cabang
perusahaannya. Disitu orang dapat memproses film yang telah disinari, kemudian
membuat fotonya dengan ongkos yang tidak mahal. Dengan semboyan “ You push the
button we do rest “ yang artinya “ Anda menekan tomol, kami melakukan
selebihmya “, Kodak menjelajahi dunia dengan jayanya.
B. Rangkuman
1. Asal mulanya
fotografi menggunakan kamera Obscura dan Pinhole Kamera.
2. Bahan peka
yang bisa digunakan dalam memotret yaitu perak nitrat, bahan yang peka akan
cahaya.
3. Tokoh-tokoh
dalam fotografi yaitu Thimas Wedgwood, Joseph Nicephore Niepce, Louis Jacques
Mande Deguerre, William Hendri Fox Talbot, dan George Easman.
C. Latihan 1
Untuk mengetahui sejauh mana
pemahaman Anda, cobalah Anda kerjakan latihan 1 berikut ini.
1. Jelaskan
asal mula dihasilkannya kamera obscura!
2. Apa yang
terjadi jika perak nitrat dicampur dengan kapur lalu terkena cahaya?
3. Sebutkan
3 tokoh fotografi!
D. Tes Formatif
1
Berikan tanda silang pada huruf B
jika benar dan S jika salah menurut Anda pertanyaan-pertanyaan berikut ini !
1.
|
B – S
|
Fotografi adalah hasil dari dua
penemuan yaitu dalam bidang ilmu alam dan ilmu kimia.
|
2.
|
B – S
|
Roger Bacon adalah orang
pertama yang melengkapi alat kamera Obscura dengan sebuah lensa sederhana.
|
3.
|
B – S
|
Pada Pinhole kamera terdapat
lensa dan lubang sebesar ujung harum.
|
4.
|
B – S
|
Perak nitrat tidak cepat
berubah jika terkena sinar lembayung.
|
5.
|
B – S
|
Diafragma iris pada kamera dan
bahan berupa akordeon dapat direnggangkan dan dirapatkan untuk mengatur
ketajaman.
|
6.
|
B – S
|
Talbotlah orang yang mula-mula
menggunakan obat pengembang untuk menimbulkan bayangan laten dari hasil
pemrotetan
|
7.
|
B – S
|
Kodak adalah merk yang pertama
kali dipasarkan.
|

0 comment:
Posting Komentar