Minggu, 08 Mei 2016

Materi KFD kelas XI bab 1

BAB I
SEJARAH FOTOGRAFI
1.      Asal Mulanya
Fotografi seperti yang kita kenal sekarang adalah hasil dari penemuan. Yang pertama dalam bidang ilmu alam menghasilkan kamera, yang kedua dalam bilang kimia menghasilkan film. Asal mulanya kedua penemuan itu tidak ada hubungannya satu sama lain dan sebelum masing-masing sampai kepada kesempurnaannya seperti yang telah kita kenal sekarang serta melahirkan penemuan baru yaitu fotografi, telah panjang yang ditempuh baik oleh kamera manapun oleh film.

a.       Kamera Obscura
Berabad-abad yang lalu orang telah mengetahui kalau cahaya lurus dari sebuah lobang kecil kedalam sebuah ruangan yang gelap maka pada dinding dihadapannya kelihatan bayangan dari apa yang ada dimuka lubang itu. Hanya dalam keadaan terbalik, yang diatas kebawah dan sebaliknya. Ruangan itu disebut “Kamera Obscura” yang artinya tidak lain dari pada kamar gelap. Dari perkataan kamera obscura itulah lahir perkataan kamera, nama yang diberikan untuk alat pemotret.
Inilah yang mula-mula disebut Kamera Obscura (kamera=kamar, Obscura=gelap), yaitu sebuah ruangan yang gelap dengan lubang kecil pada salah satu dindingnya.
Siapa yang mula-mula membuat kamera obscura berupa alat untuk “menangkap” bayangan tidak dapat dipastikan. Banyak ilmuan yang pada zamannya menulis tentang alat itu termasuk Ibnu Al Haitam, Roger Bacon, Cpernicus, Kepler, Leonardo da Vinci, Newton dan Descartes. Giovani Battista Della Porta adalah orang pertama yang melengkapi alat kamera obscura dengan sebuah lensa sederhana.

b.      Pinhole Kamera
Dalam bentuknya yang paling sederhana, alat untuk memotret berupa sebuah kotak yang terttutup dengan sebuah lubang pada salah satu dindingnya. Dalam bahasa aslinya kamera ini disebut “Pinhole Camera” yang artinya lubang jarum. Pada pinhole kamera tidak terdapat lensa melainkan lubang besar ujung jarum. Lubang yang kecil itulah yang meluruskan cahaya untuk penyinaran.
Gambar menunjukkan sebuah pinhole kamera dengan lubang sebesar ujung jarum untuk meluruskan cahaya penyinaran. Yang menjulur kebawah gunanya untuk menutup lubang.

c.       Bahan Peka
Apakah anda mengetahui apa yang digunakan dalam memotret. Yang pasti apapun kamera yang digunakan, yang sederhana atau yang mutakhir, kita tidak dapat memotret. Bila perak nitrat dicampur kapur lalu terkena cahaya akan berubah, mula-ula merah tua lalu lembayang biru. Dengan menyinari campuran itu pada cayaha maka memotret kalau tidak ada bahan yang peka akan cahaya. Kalau bahan peka itu seperti yang terdapat pada film sekarang telah disinari dan kemudian dicuci, bahan peka itu mengahsilkan negatif. Dari negatif dicetak gambar positif yang bernama foto. Baik pada negartif maupun pada foto, gambar hitam-putih dibentuk oleh berjuta-juta butir perak logam.
Adapun bahan kimia yang peka akan cahaya sudah diketahui orang sebelum abad ke 12 Zuber seorang ahli kimia bangsa Arab telah menemukan perak nitrat yang peka akan cahaya, kemudian Carl Wilhelm Scheele menemukan bahwa perak nitrat lebih cepat berubah bila kena sinar lembayung. Jadi pada waktu itu orang telah mengetahui bahwa cahaya matahari dapat diuraikan melalui sebuah prisma. Sceele pula yang dapat menetapkan perubahan itu, sehingga tidak lenyap kembali, untuk itu dia menggunakan amoniak.

2.      Tokoh-Tokoh Fotografi
a.       Thomas Wedgwood (1771-1805)
Dalam tahun 1802 di Inggris Thomas Wedgwood menemukan suatu metode untuk memindahkan gambar atau lukisan yang terdapat pada sebidang kaca dengan cahaya keatas atau kulit yang dibuatnya peka lebih dahulu dengan perak nitrat atau perak Chloride. Juga gambar-gambar silhuet dapat dibuatnya dengan cara yang sama. Tetapi ketika gambar-gambar itu terkena cahaya, gambar-gambar tersebut lenyap kembali. Dia hanya dapat melihat eksperimennya itu dengan cahaya lilin saja. Wedgwood belum dapat membuat gambar-gambar itu menjadi permanent, walau teman-temannya mungkin sudah mengetahui tentang percobaan yang dilakukan oleh Scheele untuk menetapkan gambar dengan amoniak.

b.      Jospeh Nicephore Niepce (1765-1833)
Di Prancis Joseph Nicephore Niepce melakukan berbagai percobaan dengan kamera yang dilengkapi dengan lensa. Begitu pula dengan macam-macam bahan kimia. Dalam tahun 1816 dia berhasil membuat gambar negatif dengan cahaya diatas kertas yang dibuatnya peka lebih dahulu dengan perak chloride. Kemudian dalam tahun 1822 dia melumarkan larutan aspal dalam minyak lavendear ke atas sebidang plat yang terbuat dari campuran timah hitam dan timah putih. Sesudah itu menyinarinya dalam kamera berjam-jam lamanya pada terik panas matahari. Plat yang telah disinari itu diolahnya dalam campuran 1 bagian minyak lavender dengan 10 bagian minyak tanah. Campuran minyak lavender dan minyak tanah itu dengan lambat melarutkan bagian aspal yang tidak kena cahaya, sedangkan langsung mendapat gambar yang positif.
Pada tahun 1829 Niepce menukar plat timah dengan plat yang disepuh dengan perak. Mungkin penemunya inilah yang membawa Deguerre kemudian bekerjasama dengannya dalam penemuan berupa plat yang dibuat peka dengan perak kemudian diberi uap iodina. Nipce menginggal sebelum kerjasamanya mencapai hasilyang didambakannya, kerjasamanya itu dilanjutkan oleh putranya bernama Isidore.

c.       Louis Jacques Mande Daguerre (1787-1851)
Terpisah dari Niepce, mula–mula Deguerre membuat percobaan-perxobaan pula untuk membuat permanen hasil pemotretannya. Pada tahun 1826 Deguerre berkenalan dengan Niepce. Tiga tahun kemudian meraka membuat persetujuan untuk saling menukar pengalaman. Sebelum tercapai suatu hasil bersama, Joseph meninggal.
Deguerre melumarkan selapis perak ke atas sebidang tembaga yang dipoles licin, kemudian diuapinya dengan iodina dalam kamar gelap. Perak yang diuapi dengan uap iodonia inilah yang seteleh kering menjadi peka akan cahaya. Tembaga dengan bahan peka inilah yang disinarinya dalam kamera selama 30 menit. Tembaga yang telah disinari itu diuapinya dengan uap air raksa dalam tabung yang dapat dipanaskan. Dari kaca yang berwarna dia dapat melihat perkembangan reaksi yang terjadi sampai gambar yang tadinya laten cukup muncul. Gambar ini ditetapkannya dengan hipo. Proses yang ditemukan Deguerre ini terkenal dengan nama Dsguerreotipi. Penemuan Deguerre ini dibeli oleh pemerintah Prancis dan pada tanggal 15 Juni 1839 Raja Louis Phillipe mengukuhkan pembelian penemuan baru itu sebagai hadiah untuk seluruh dunia.

d.      William Hendry Fox Talbot (1800-1877)
Pada zaman Deguerre, di Inggris William Hendry Fox Talbot giat pula melakukan percobaan sehingga akhirnya menemuan suatu proses untuk membuat foto dengan pinhole kamera. Sehingga bahan peka dia menggunakan perak nitrat kemudian perak chloride. Dengan bahan peka tersebut yang di lumarkannya diatas selembar kertas pada tahaun 1855 dia berhasil memotret rumahnya. Tidak lama kemudian dia menemukan perak bromida yang jauh leih peka.
Talbotla yang mula – mula menggunakan obat pengembang untuk menimbulkan bayangan laten dari hasil pemotretannya dan kemudian menetapkan gambar yang sudah timbul itu dengan natrium thiosulfat atau hipo yang ditemukan oleh John Hershel dalam tahun 1819. sampai sekarang ternyata hipo itumasih digunakan untuk menetapkan. Kemudian negativf kertas itu dibuatnya tembus cahaya dengan lilin. Dari negatif kertas ini dicetaknya gambar positif pada kertas pula yang sebelumnya dilumarinya dengan perak chlorida sehingga merupakan sebuah foto. Bahan pengembangan yang digunakan cuka gallik, proses ini terkenal dengan nama kalotipi yang kemudian disebut juga Talbottipi.
Dengan adanya urutan tahap-tahap pengolahan yang dilakukan oleh Talbot dalam menciptakan sebuah foto yaitu memotret, mengembangkan bayangan laten, menetapkannya kemudian mencetak foto dari negatif pada selambar kertas yang peka, maka lengkaplah tahap-tahap pembuatan foto seperti yang dilakukan sekarang. Itulah sebabnya orang sering menyebut Talbot sebagai bapak fotografi moderen, walaupun hasil penemuan Talbot pada waktu itu tidak mengimbangi antusiasme orang-orang di Eropa daratan dengan Daguerreotipi.

e.       George Easman (1854-1932)
Bukan di Eropa saja orang giat dalam bidang fotografi yang baru ditemukan itu, akan tetapi juga di Amerika Serikat. Salah seorang diantaranya ialah George Easman. Dia memulai karirnya dalam bidang fotografi sebagai tukang membuat plat yaitu kaca yang dilumuri dengan gelatin dimana terdapat ahan peka. Mula – mula dia hanya dapat membuatnya dalam jumlah yang terbatas saja. Dalam tahun 1879 dia berhasil membuat sebuah alat yang dapat membuat peka banyak sekali. Ketika tahun 1888 dia memasarkan kamera Box dengan merk Kodak yang mudah cara menggunakannya, terjadilah suatu revolusi dalam bidang fotografi. Apalagi setelah dia menjual gulungan film dengan alas seluloid pada tahun 1891 yang dapat dimasukan ke dalam kamera pada cahaya terang sehingga lebih memudahkan lagi pekerjaan si pemotret.
Hanya kamera dan film yang terjangkau oleh kantong rakyat Indonesia waktu itu, maka pada tahun 30-an fotografi sempat menyentuh perhatian beriu-ribu penggemar dinegri kita ini. Demikian populernya fotografi waktu itu sehingga dapat menambah perbendaharaan kata-kata dalam bahasa Indonesia. Kamera disebut “Kodak” dan berpotret dakatakan “Berkodak”.
Tidak percuma Easman memilih perkataan Kodak yang tidak ada artinya kecuali maksudnya supaya mudah diingat dan diucapkan oleh semua orang dimuka bumi ini. Suskses yang dicapai Easman lebih-lebih karana waktu itu dibanyak Negara dan tempat terdapat perwakilannya atau cabang perusahaannya. Disitu orang dapat memproses film yang telah disinari, kemudian membuat fotonya dengan ongkos yang tidak mahal. Dengan semboyan “ You push the button we do rest “ yang artinya “ Anda menekan tomol, kami melakukan selebihmya “, Kodak menjelajahi dunia dengan jayanya.

B.      Rangkuman
1.      Asal mulanya fotografi menggunakan kamera Obscura dan Pinhole Kamera.
2.      Bahan peka yang bisa digunakan dalam memotret yaitu perak nitrat, bahan yang peka akan cahaya.
3.      Tokoh-tokoh dalam fotografi yaitu Thimas Wedgwood, Joseph Nicephore Niepce, Louis Jacques Mande Deguerre, William Hendri Fox Talbot, dan George Easman.

C.      Latihan 1
Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman Anda, cobalah Anda kerjakan latihan 1 berikut ini.
1.      Jelaskan asal mula dihasilkannya kamera obscura!
2.      Apa yang terjadi jika perak nitrat dicampur dengan kapur lalu terkena cahaya?
3.      Sebutkan 3  tokoh fotografi!



D.     Tes Formatif 1
Berikan tanda silang pada huruf B jika benar dan S jika salah menurut Anda pertanyaan-pertanyaan berikut ini !

1.
B – S
Fotografi adalah hasil dari dua penemuan yaitu dalam bidang ilmu alam dan ilmu kimia.
2.
B – S
Roger Bacon adalah orang pertama yang melengkapi alat kamera Obscura dengan sebuah lensa sederhana.
3.
B – S
Pada Pinhole kamera terdapat lensa dan lubang sebesar ujung harum.
4.
B – S
Perak nitrat tidak cepat berubah jika terkena sinar lembayung.
5.
B – S
Diafragma iris pada kamera dan bahan berupa akordeon dapat direnggangkan dan dirapatkan untuk mengatur ketajaman.
6.
B – S
Talbotlah orang yang mula-mula menggunakan obat pengembang untuk menimbulkan bayangan laten dari hasil pemrotetan
7.
B – S
Kodak adalah merk yang pertama kali dipasarkan.

0 comment:

Posting Komentar